Senin, 21 Juli 2014

Kareumbi Operation (part 4)

Day 9


Tanggal 27 Mei 2014 meupakan hari kesembilan rangkaian Kareumbi Operation yang berlangsung sejak tanggal 19 Mei 2014.

Tidak ada kegiatan pengukuran yang dilakukan hari itu. Tidak pula kegiatan yang berhubungan dengan tujuan nomor satu Kareumbi Operation yakni pengolahan data ukuran dan pembuatan peta dapat dilakukan. Hari itu adalah DAY-OFF.

Satu hari full bersenang-senang. Hari bebas. Tapi sebelum memulai hari bebas itu, terlebih dahulu terjadi perpindahan tempat inap dari Gedung Pusat Informasi ke Tenda begitu pula sebaliknya. Artinya, dari hari kesembilan hingga hari terakhir Kareumbi Operation, Mad Geodet akan bertempat tinggal di tenda.

Perpindahan tempat inap

Kegiatan kegiatan yang dilakukan para peserta Kemah Kerja 2014 bermacam-macam. Ada yang berjalan-jalan, ada yang bermain seharian. Kegiatan bermain seharianlah kegiatan yang dilakukan Mad Geodet. 

Pagi sekitar pukul 09.00, ada kegiatan bermain bola untuk para laki-laki yang berminat. Mad Geodet kurang berminat. Mad Geodet memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. TIDAK ADA yang mengantri untuk mandi di pagi hari seperti biasanya karena tidak mungkin main bola setelah mandi.

Saat kegiatan bermain bola dilangsungkan, Mad Geodet sempat membuat satu scene dengan backgroundnya adalah para pemain bola yang berlarian.

 Behind the scene : Video Brand New World

Kawasan konservasi Gunung Masigit Kareumbi memiliki dua kantin yang terletak di dekat basecamp tetapi berbeda kabupaten. Satu di Kabupaten Sumedang, kantin yang lebih dekat ke basecamp. Satu lagi berada di Kabupaten Garut, kantin yang lebih luas. Kantin itu nantinya jadi tempat Mad Geodet berkegiatan hari itu dan seterusnya,

Bersama sekitar empat orang lainnya, Mad Geodet bermain DoTA seharian. Permainan tepatnya dimulai setelah makan siang dan berakhir sekitar pukul 17.30. Tidak satupun perekaman dilakukan saat itu. Tidak pula kegiatan berjalan-jalan dilakukan dalam jangka waktu tersebut. Hari kesembilan berlalu begitu saja.

Day 10


Kegiatan Mad Geodet dan Kelompok tiga lainnya pada pagi hari ke-sepuluh Kareumbi Operation ini berlansung di kantin Garut. Proses melanjutkan memasukkan data ukuran pengukuran detail ke file excel kembali dilakukan oleh Mad Geodet pada tanggat 28 Mei 2014 tersebut.

Setelah ditelusuri dan diplot oleh tim penyajian peta, tim yang bertanggung jawab dalam pembuatan produk akhir Kareumbi Operation, data ukuran untuk pembuatan peta dinilai masih sangat kurang. Jadilah, setelah makan siang di basecamp, kembali dilakukan pengukuran detail.

Pengukuran detail pada hari kesepuluh ini bukanlah dekat jalan utama maupun dekat jalan tanah yang normal. Jalan tanah yang menjadi jalur masuk area survey sangat licin, sempit, dan menanjak curam. Jalur masuk yang dimaksud adalah lokasi angker Camping Ground C.

Proses pemasangan patok yang tidak terletak pada jalan utama ini disebut pemasang patok titik bantu. Patok yang sebelumnya dipakai juga dipakai untuk pengukuran Kerangka Dasar. Jika diibaratkan, proses pemasangan patok titik bantu ini seperti menambahkan tulang baru pada kerangka manusia sehingga bisa ditambahkan organ baru.

Proses pemasangan patok

Selain survey baru dimulai setelah makan siang, ketika rombongan kelompok tiga baru tiba di lokasi survey, hujan yang kembali mengguyur lokasi angker tersebut menyebabkan minimnya data ukuran detail yang didapat selama survey hari kesepuluh. Tidak membuang waktu, ketika hujan, Mad Geodet sempat membuat satu scene.

Jika pada pengukuran sebelumnya, tempat yang sulit dilalui oleh surveyor hanya dirasakan oleh pemegang jalon semacam tongkat, pada pengukuran hari itu, surveyor pembidik yang berada di tempat alat juga harus merasakan sulitnya berpijak di tempat tersebut. 

Demi menghinakan fenomena mengerikan pada hari keenam, survey disudahi sebelum pukul 16.00. Mad Geodet kembali membuat satu scene video di tengah perjalanan pulang.



Survey hari kesepuluh

Day 11


Hari kesebelas Kareumbi Operation, tanggal 29 Mei 2014, seharusnya membuat Mad Geodet kembali bergerak ke lapangan untuk kembali melakukan pengukuran untuk pemenuhan data ukuran yang kurang yang diperlukan tim penyajian peta.

Namun, kondisi Mad Geodet tidak sefit biasanya. Selain itu, badan yang mulai enggan bergerak apalagi daerah yang akan diukur pada hari itu lebih ekstrim dari sebelumnya berdasarkan briefing malam sebelumnya. Selain itu, ketua kelompok tiga menganjurkan Mad Geodet tidak ikut serta dalam pengukuran hari itu. Selain itu (lagi), Mad Geodet masih harus memasukkan data ukuran detail ke file excel.

Intinya empat alasan tersebut yang membuat Mad Geodet tidak pergi ke lapangan hari itu.

Pagi hari kesebelas

Tidak pergi ke lapangan tidak membuat Mad Geodet bebas dari tugas. Tidak pula scene dapat dibuat pada hari itu. Proses memasukkan data ukuran tambahan yang semakin banyak dari data ukuran hari hari sebelumnya dan hari itu terus dilakukan Mad Geodet seorang. Tentu saja data yang dimasukkan Mad Geodet adalah data kelompok tiga saja. Tapi tetap saja, wilayah pengukuran detail kelompok tergolong satu yang terbesar dibanding kelompok yang lainnya.

Hanya saja, di sela-sela kesibukan tersebut, ketika menunggu kelompok tiga yang pergi ke lapangan pulang ke basecamp, Mad Geodet dapat merasakan hiburan dari anime yang ada di laptop Mad Geodet.

Malamnya saat briefing seperti biasa, didapatkan kesimpulan bahwa kelompok tiga tidak perlu menambah data ukuran detail lagi karena titik detail yang diukur sudah tersebar merasa. Saat itu, Mad Geodet kembali fit dan merasa bebas dari tugas lagi.

Hari-hari yang menyenangkan di Kareumbi baru saja dimulai !!

Kareumbi Operation (part 3)

Day 6


Dalam post Kareumbi Operation (part 3) ini, akan dijelaskan tiga hari pengukuran detail situasi dalam Kemah Kerja 2014.

Tujuan pertama Kareumbi Operation adalah menghasilkan peta wilayah kareumbi. Jika hari kedua hingga keempat bertujuan mengukur patok yang telah dipasang sebagai kerangka dasar, hari keenam hingga kedelapan bertujuan memetakan topografi permukaan bumi di wilayah Kareumbi beserta objek alam dan buatan di dalamnya.

Jika diibaratkan, kerangka dasar adalah tulang kerangka pada manusia, dan pengukuran detail situasi bertujuan memasangkan organ maupun otot pada manusia.

Dalam pengukuran detail situasi, Mad Geodet banyak berperan dibandingkan pengukuran sebelumnya. Mad Geodet merupakan penanggung jawab pengukuran detail (PJ Detail) kelompok tiga yang berarti segala teknis pengukuran merupakan tanggung jawab Mad Geodet dan bukan berarti seluruh pengerjaan pengukuran detail dilakukan Mad Geodet seorang.

Rangkaian kegiatan Mad Geodet pengukuran detail hari keenam secara garis besar adalah sebagai berikut
  1. Orientasi medan pengukuran detail beserta pembuatan sketsa medan pengukuran
  2. Pengukuran detail situasi
Lokasi pengukuran detail kelompok tiga ada di dalam hutan yang bisa dimasuki dari jalan utama maupun langsung dari basecamp. Mad Geodet memilih memulai dari jalan dari basecamp untuk terlebih dahulu orientasi medan dengan mengetahui patok di daerah tersebut dan pembuatan sketsa.

Setelah itu, kelompok tiga berkumpul kembali di basecamp untuk memulai survey sekitar pukul 11.00. Jika tim yang bekerja saat pengukuran kerangka dibagi dua yaitu pengukur KDH dan KDV, tim yang bekerja saat pengukuran detail juga dibagi dua yaitu pengukur detail dan pengolahan kerangka. Ketika Mad Geodet tiba di basecamp, terlihat tim pengolahan kerangka sedang bekerja.

 Tim pengolahan kerangka

Dalam pengukuran detail, kuantitas lebih diutamakan dibandingkan kualitas. Simpelnya, saat pengukuran kerangka, usahakan kesalahan sekecil mungkin. Sedangkan, saat pengukuran detail, usahakan dapatkan data sebanyak mungkin.

Alat untuk pengukuran detail yaitu ETS yang sama untuk pengukuran KDH.

Mad Geodet dan pengukuran detail situasi

Selama kemah kerja ini, karena tidak ada sinyal telepon seluler, komunikasi antar kelompok maupun kelompok ke basecamp dilakukan dengan HT. Kendalanya tetap ada yaitu jangkauan HT yang tidak begitu luas. Lokasi Mad Geodet survey kurang lebih terletak di jalan utama. Ada kelompok yang survey di ujung jalan utama. Sinyal HT kelompok tersebut tidak sampai ke basecamp karena jauh. Jadilah, kelompok kami sebagai penghubung informasi.

Ya, masalah alat. Informasi yang terhubung dari kelompok ujung dan basecamp adalah mengenai kehabisan energi yang diperlukan untuk ETS dapat bekerja. ETS bekerja dengan baterai. Jadilah, seseorang dari kelompok sana yang bernama Tougoss kembali ke basecamp melalui jalan utama.

Tougoss dan ETS

Pukul 15.00. Topografi permukaan bumi dan jalan sudah berhasil didapatkan data ukurannya oleh kelompok tiga. Data tersebut yang nantinya akan disajikan dalam peta. Sebagai penanggung jawab detail, Mad Geodet merasa masih ada waktu untuk mendapatkan data lagi. Data ukuran yang bisa didapatkan di dalam hutan. Namun, ternyata pengambilan keputusan itu ternyata salah.

PENGHUNI GAIB hutan tersebut telah muncul. Ya, perjalanan ke lokasi yang dikehendaki berkisar 30 menit. Sambil istirahat setelah mengukur seharian, Mad Geodet sebagai PJ Detail memutuskan untuk menyelesaikan tugas teringan dalam pengukuran detail yaitu menghitung KERAPATAN POHON. Simpelnya, cuma menghitung jumlah pohon yang ada di dekat situ. 15 menit telah lewat dan kelompok tiga segera memulai mengambil data lagi.

Baru satu data yang diambil. Tiba-tiba, pembidik yang tidak lain adalah ketua kelompok sendiri terlihat kesulitan mencari arah bidikan. Dalam pengukuran detail, sesuatu yang dibidik adalah jalon semacam tongkat yang dipegang oleh anggota lainnya. Aneh. Padahal, lokasi jalon tidak lebih dari 3 langkah dari si pembidik. Semua anggota lainnya termasuk Mad Geodet mencoba membidik. TIDAK ADA. HITAM. Kelompok tiga segera bergegas mengakhiri pengukuran hari itu tanpa banyak kata, dan terbirit-birit meninggalkan lokasi tersebut dengan alat-alat di setiap tangan anggotanya.


Day 7


Hari ketujuh pun, pengukuran detail situasi pun terus dilakukan. Pagi di gedung pusat informasi pun terlihat cerah setelah atmosfer mencekam di lokasi angker hari sebelumnya.

Pagi di Gedung Pusat Informasi

Pengukuran detail situasi yang dilakukan hari itu juga tetap berhunbungan dengan hal di luar dunia manusia. Tapi, masih bisa dilihat dengan mata. HEWAN HUTAN

Tim pengukur detail situasi memiliki hampir dua kali lipat anggota dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disebabkan tim pengolahan kerangka kini bersatu membantu mengukur detail situasi. Pengukuran kelompok tiga hari itu dimulai dari jalan dari basecamp dan berakhir di lokasi yang angker pada hari sebelumnya.

Hewa yang ditemui selama survey seperti bekicot, ular, dan pacet. Semua sempat dilihat oleh Mad Geodet. Juga ada tumbuhan pembuat gatal yang hidup di dalam hutan yaitu pulus.

Pengukuran detail dilakukan dengan meletakkan alat di atas patok yang berada di jalan tanah dalam hutan yang kemudian alat itu membidik jalon semacam tongkat yang dibawa oleh anggota lainnya. Jalon itu dibawa-bawa menyebar merata di hutan di sekitar jalan tanah tersebut yang banyak hewan tumbuhan seperti pulus maupun tumbuhan berduri merajalela.

Mad Geodet sebagai koordinator detail kelompok tiga tidak pernah memegang jalon pada hari itu. Artinya, Mad Geodet tidak masuk hutan dan beresiko gatal-gatal. Ya, karena pakaian Mad Geodet cukup terbuka maksudnya pakaiannya lengan pendek dan tanpa sarung tangan.

Pukul 13.00, hujan sempat mengguyur hutan yang menyebabkan survey sempat dihentikan. Survey dihentikan sejam pukul 16.00, waktu ketika bayangan hitam yang muncul sehari sebelumnya. Pukul 15.00, sesuai rencana, kelompok tiga berhasil mendapatkan data ukuran detail yang lumayan banyak yang mencakup data ukuran topografi permukaan bumi di wilayah sekitar jalan tanah itu.

Tujuan kedua Kareumbi Operation selama Kemah Kerja 2014 pun tetap dilakukan. Di sela-sela makan siang dan setelah survey, total empat scene berhasil didapatkan. Tiga di antaranya berlokasi di lokasi angker tersebut yang nantinya diketahui bahwa nama tempat itu adalah Camping Ground C.


s
 Keadaan setelah survey hari ketujuh

Hari itu, kelompok tiga kembali ke basecamp secara santai, tidak terburu-buru seperti pada hari sebelumnya. Mad Geodet pun kembali melakukan rutinitas Kareumbi seperti biasa seperti menonton anime, makan malam gratis, dan briefing. Selain itu, Mad Geodet mulai mengolah video dengan mengompilasi beberapa scene dan memberikan efek-efek. Video yang dimaksud adalah video VIVID, video yang direkam setelah survey KDV dan di tengah tes psikomotorik.

Day 8


Hari kedelapan, 26 Mei 2014. Hari yang seharusnya merupakan hari perpindahan tempat inap. Tapi itu semua ditunda karena kegiatan survey masih berlangsung. Masih banyak lokasi yang belum ada data ukurannya.

Pengukuran detail situasi masih dilakukan. Hari itu, Mad Geodet berperan sebagai pemegang jalon yang masuk ke hutan yang berbahaya. Lain dari hari sebelumnya, kali itu Mad Geodet memakai pakaian SUPER tertutup. Dari lengan panjang, sarung tangan, boot, dan hoodie.

Selama pengukuran detail situasi selama tiga hari, ada hal yang selalu dilakukan ketua kelompok, yaitu menyingkirkan maupun menebas, tumbuhan yang menghalangi alat dan dan jalon. Menyingkirkan tanpa menebas lebih diutamakan. Tapi apa boleh buat, jika menyingkirkan tanpa menebasa tidak dapat membuat jalon terlihat dari alat.

Selama survey juga, Mad Geodet selalu memakai boot yang sengaja dibeli untuk Kareumbi Operation. Jalan Mad Geodet jadi enak. Tidak takut terkilir maupun nyaman ketika menginjak tanah becek maupun dasar sungai. Ya, karena lokasi survey kelompok tiga hari kedelapan itu, berlokasi di seberang sungai, di seberang lokasi angker. Hal yang dipetakan atau diperlukan sebagai data ukuran mencakup sungai yang berarti Mad Geodet harus masuk sungai.



Pengukuran detail situasi

Survey selesai sebelum pukul 12.00. Sebelum kembali ke basecamp, seperti biasa Mad Geodet membuat total dua scene untuk memenuhi kebutuhan video tujaun kedua Kareumbi Operation.

Setelah makan siang di basecamp, anggota kelompok tiga yang lain mengukur ulang sebagian Kerangka Dasar Vertikal karena ditemukan kesalahan besar ketika data tersebut digabung dengan kelompok lain. Mad Geodet sebagai PJ Detail, tidak ikut serta. Kala itu, Mad Geodet memasukkan data ukuran detail dari kertas ke dalam file excel.

Sekian hari kedelapan, hari yang dikira Mad Geodet adalah hari terakhir survey yang ternyata ada kejutan lain yang menunggu,

 

Minggu, 20 Juli 2014

Kareumbi Operation (part 2)

Day 3


Kegiatan hari ini dalam Kareumbi Operation kurang lebih masih sama dengan hari sebelumnya yaitu pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dan Kerangka Dasar Vertikal. Tapi yang berbeda adalah Mad Geodet dibebastugaskan dari kegiatan tersebut sebagai perwakilan kelompok tiga.

Ya, hari rabu tanggal 21 Mei 2014 adalah jadwal piket Mad Geodet. Masing-masing kelompok ada satu perwakilan jadinya ada total 11 orang piket tiap hari. Piket dimulai berbarengan dengan kegiatan survey dimulai. Sebelum survey dimulai, beberapa orang dari kelompok sudah menemui kesushana karena ketidakterlihatan antar titik (banyak halangan pohon) sehingga mereka terus mempertajam golok untuk mengatasinya.

MG Taufik mengasah golok

Data beda tinggi yang didapat hari sebelumnya ditemukan suatu kesalahan pada satu data beda tinggi. Sebelum piket, Mad Geodet berininisiatif membantu mengukur ulang satu data tersebut. Dengan kata lain gak ada perbedaan di pagi hari meskipun sebenarnya Mad Geodet tidak boleh mengukur pada hari itu. Mad Geodet tetap berseragam surveyor dan berangkat menuju ke lokasi survey.


Kelompok Tiga berangkat ke lokasi survey

Setelah selesai mengukur ulang data yang salah, Mad Geodet menuju lokasi pengukuran Kerangka Dasar Horizontal kelompok tiga di tempat yang berbeda untuk pengambilan video dan gambar-gambar yang menarik. Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal atau KDH bisa dibilang rumit di awal pengukuran tapi santai selama pengukuran. Dibilang rumit karena alat harus diletakkan TEPAT di atas patok yang telah dipasang sebelumnya. Dibilang santai karena alat KDH yang bernama ETS merupakan alat canggih sehingga pengguna tidak terlalu repot dalam membaca data pengukuran.


Pengukuran KDH

Karena hari itu jadwal piket Mad Geodet, Mad Geodet langsung pulang ke basecamp untuk piket. Piket yang dilakukan Mad Geodet lagi-lagi bersih bersih Gedung Pusat Informasi. Hal yang sama dilakukan Mad Geodet di hari pertama. Tapi karena, gedung itu baru dipakai menginap peserta untuk dua malam, kondisi tidak terlalu kotor memberi waktu luang yang banyak untuk Mad Geodet.

Perlu diketahui, hari piket adalah hari yang paling membosankan jika tidak punya kreativitas. Kawasan konservasi Gunung Masigit Kareumbi, lokasi Kareumbi Operation atau Kemah Kerja 2014 adalah wilayah yang tak satupun sinyal telepon seluler dapat masuk (kecuali XL di beberapa titik). Jadi wajar aja, Kareumbi Operation bisa dibilang bertujuan juga untuk menghilangkan ketergantungan terhadap HP dan Internet tentunya, karena di tempat itu juga gak ada internet.

Waktu luang yang biasa dipakai Mad Geodet ketika di Bandung adalah berinternet ria tidak bisa dilakukan selama Kareumbi Operation. Mengingat tujuan kedua Kareumbi Operation, Mad Geodet berencan membuat beberapa scene video selama waktu luang tersebut. Mencari kameramen, akhirnya Mad Geodet menemukan Ankalucio yang juga mendapatkan jadwal piket hari itu.

Sejumlah empat scene berhasil didapatkan bersama Ankalucio di daerah sekitar basecamp, salah satunya di depan Gedung Pusat Informasi. Selain itu, didapat beberapa gambar tempat inap Ankalucio yaitu tenda dan perairan lokasi pengambilan salah satu scene Mad Geodet.



Kegiatan Mad Geodet dan Ankalucio di hari piket

Day 4


Hari keempat, tanggal 22 Mei 2014, Kareumbi Operation beragendakan hal yang tidak jauh berbeda dari hari hari sebelumnya. Bedanya, beberapa kelompok sudah selesai mengukur KDH dan KDV pada hari sebelumnya. Kelompok yang sudah selesai boleh membantu kelompok yang belum selesai.

Kelompok tiga termasuk kelompok yang belum selesai. Namun, kelompok yang salah satu anggotanya Mad Geodet tersebut tidak terlalu membutuhkan kelompok yang lain karena diperkirakan pengukuran dapat selesai tengah hari.

Persiapan keberangkatan kelompok tiga pada hari keempat

Karena, sempat off-survey selama satu hari, Mad Geodet berhak tahu dimana saja lokasi patok yang digunakan untuk survey pada hari sebelumnya. Luar biasa. Berbeda dengan hari pertama survey atau hari kedua Kareumbi Operation, pengukuran yang dilakukan saat Mad Geodet piket menghasilkan data ukuran yang jumlahnya hampir dua kali lipat.

Salah satu patok yang digunakan kelompok tiga

Nah ini penjelasan lokasi survey kelompok tiga. Setiap kelompok yang berjumlah 11 dibagi lokasi surveynya masing-masing. Kelompok tiga mendapat jatah di jalan utama jalan berbatu. Karena medan survey dianggap tidak terlalu susah, panjang daerah survey merupakan salah satu yang terpanjang dibanding kelompok lain. Selain itu, jalan utama itu banyak tanjakan dan turunan sehingga bisa dibilang medan survey setiap kelompok hampir berimbang.

Nah, karena lokasi survey kelompoknya Mad Geodet adalah jalan utama, banyak orang lalu lalang di lokasi tersebut baik peserta Kemah Kerja yang lain maupun warga desa dengan kendaraannya. Hari keempat, kelompok tiga bergegas ke lokasi survey lebih cepat dibanding kelompok lain sehingga bisa dilihat kelompok lain yang melalui jalan utama.


Kelompok lain yang melalui jalan utama

Waktu survey selesai sesuai waktu yang diperkirakan. Hal gaib dirasakan pada survey hari keempat tersebut. Hal gaib tersebut langsung dirasakan Mad Geodet. Waterpass yang sejatinya tidak ada tutup lensa seperti ada bayangan hitam yang menghalangi lensa objektif saat Mad Geodet mencoba membidiknya. Bidikan kedua, bayangan hitam itu menghilang.

Sebelum beberes untuk kembali ke basecamp, Mad Geodet dan Teo dari kelompok tiga membuat dua scene untuk tujuan kedua Kareumbi Operation. Makan siang pada hari itu dilakukan di basecamp sambil melihat semua scene yang berhasil didapatkan selama empat hari.

Makan siang di basecamp
Malamnya sebelum briefing seperti biasa, Mad Geodet melakukan hal anti-mainstream seperti yang dilakukan selasa pagi.

 

Day 5

Hari yang cocok untuk bermalas-malasan. Jadwal kegiatan pada hari ke lima Kareumbi Operation adalah tes psikomotorik secara individu. Sarapan gratis yang biasa diikuti dengan penuh semangat dengan mengenakan pakaian surveyor pada hari sebelumnya, kali ini peserta termasuk Mad Geodet melaksanakan kegiatan sarapan gratis dengan pakaian tidur.
  Sarapan di hari kelima

FYI, kedua orang di foto di atas yang Mad Geodet pikir adalah penjaga Gedung Pusat Informasi. Ketika Mad Geodet hendak melakukan pengukuran, kedua orang tersebut masih berada di Gedung Pusat Informasi, tempat inap Mad Geodet. Saat Mad Geodet pulang survey kedua orang tersebut masih berada di gedung tersebut.

Ternyata tes dilakukan tetap dengan pakaian sureyor. Tes dibagi dua sesi, sesi KDV dan KDH. Jenis tes adalah pemasangan alat dan penggunaan alat secara sederhana. Tujuan tes ini tidak lain adalah untuk menguji keterampilan penggunaan alat-alat geodet. Tes dilakukan di lapangan yang cukup luas.

Kelompok tiga mendapat jatah tes KDV terlebih dahulu. Tidak ada masalah bagi Mad Geodet karena selama dua hari survey, Mad Geodet selalu melakukan survey KDV atau Kerangka Dasar Vertikal. Tes KDV berupa leveling waterpass atau alat KDV, yaitu secara sederhananya adalah membuat alat tersebut datar dengan membuat gelembung udara sebagai indikator di waterpass berada di tengah. Setelah itu, melakukan pembidikan dengan waterpass. Ada dua rambu ukur (semacam penggaris raksasa) telah dipasang oleh asisten Kemah Kerja. Tugasnya adalah membaca bacaan yang ada di rambu ukur.

Tes KDV Mad Geodet tidak sebatas kenangan. Bersama Teo, Mad Geodet merekam secara full ketika Mad Geodet melakukan tes begitu sebaliknya. Ketika Teo yang tes, Mad Geodet mencatat hasil bacaan Teo, begitu pula sebaliknya.



Tes KDV Mad Geodet dan Teo

Waktu yang diberikan untuk tes KDV tiap orang adalah lima menit. Sedangkan untuk tes KDH atau Kerangka Dasar Horizontal adalah sepuluh menit sehingga banyak waktu kosong kelompok tiga dalam menunggu tes KDH.

Lagi-lagi daripada membuang waktu, Mad Geodet dan Teo (lagi) menjalankan tujuan kedua Kareumbi Operation. Dengan disaksikan banyak peserta, beberapa asisten dan dosen, Mad Geodet bernyanyi untuk menujukkan keprofesionalnya. Total dua scene berhasil didapat dalam waktu luang ini.

Behind the Scene : Video Vivid

Waktu luang ini bukan tanpa insiden. Kursi kayu yang ada di dekat lapangan lokasi tes psikomotorik ini belah dua karena kelebihan beban. Menurut pengakuan salah satu korban, ada pelaku yang memaksa duduk walau sudah dilarang karena rawan belah. Bahkan salah satu korban terguling ke belakang dan hampir jatuh ke sungai (karena di belakang kursi kayu ini adalah sungai)


Insiden kayu belah dan pelakunya

Tes yang selanjutnya dilakukan Mad Geodet dan anggota kelompok tiga lainnya adalah tes KDH. Kali ini Mad Geodet cukup cemas. Hal ini disebabkan selama survey di Kareumbi ini Mad Geodet belum pernah bersentuhan dengan alat KDH yaitu ETS. Walaupun selama kuliah di Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung, Mad Geodet sudah pernah berkecimpung di dunia pengukuran denga ETS.

Tes KDH berupa leveling ETS yang caranya kurang lebih sama dengan leveling waterpass dan centering ETS dengan cara membuat ETS TEPAT berada di atas patok yang telah dipasang sebelumnya. Centering dan leveling ini saling berkaitan. Ketika ETS sudah level, ETS belum berada di atas patok atau center. Ketika ETS sudah center, ETS kembali ke keadaan belum level. Butuh trik untuk mengatasi hal yang menyebalkan itu.

Mad Geodet tes KDH

Tes KDH berlangsung dua kali lipat tes KDV karena kesulitannya dua kali lipat. Waktunya 10 menit. Mad Geodet berhasil selesai ketika baru 6 menit. Ketika tes KDV, Mad Geodet telah selesai selama 3 menit dari waktu 5 menit yang diberikan. Tes psikomotorik ini diawasi oleh asisten Kemah Kerja yang bertugas memberi tanda mulai dan mencatat waktu tes peserta.

Hari tes ini adalah hari Jumat. Mayoritas peserta telah medapat giliran tes sebelum Jumatan termasuk Mad Geodet. Setelah Jumatan, Mad Geodet berkegiatan menonton anime di laptop yang Mad Geodet bawa. Ya, pada hari itu akhirnya Mad Geodet menemukan cara untuk menghilangkan kebosanan selama Kareumbi Operation selain tujuan nomor dua.