Minggu, 20 Juli 2014

Kareumbi Operation (part 2)

Day 3


Kegiatan hari ini dalam Kareumbi Operation kurang lebih masih sama dengan hari sebelumnya yaitu pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dan Kerangka Dasar Vertikal. Tapi yang berbeda adalah Mad Geodet dibebastugaskan dari kegiatan tersebut sebagai perwakilan kelompok tiga.

Ya, hari rabu tanggal 21 Mei 2014 adalah jadwal piket Mad Geodet. Masing-masing kelompok ada satu perwakilan jadinya ada total 11 orang piket tiap hari. Piket dimulai berbarengan dengan kegiatan survey dimulai. Sebelum survey dimulai, beberapa orang dari kelompok sudah menemui kesushana karena ketidakterlihatan antar titik (banyak halangan pohon) sehingga mereka terus mempertajam golok untuk mengatasinya.

MG Taufik mengasah golok

Data beda tinggi yang didapat hari sebelumnya ditemukan suatu kesalahan pada satu data beda tinggi. Sebelum piket, Mad Geodet berininisiatif membantu mengukur ulang satu data tersebut. Dengan kata lain gak ada perbedaan di pagi hari meskipun sebenarnya Mad Geodet tidak boleh mengukur pada hari itu. Mad Geodet tetap berseragam surveyor dan berangkat menuju ke lokasi survey.


Kelompok Tiga berangkat ke lokasi survey

Setelah selesai mengukur ulang data yang salah, Mad Geodet menuju lokasi pengukuran Kerangka Dasar Horizontal kelompok tiga di tempat yang berbeda untuk pengambilan video dan gambar-gambar yang menarik. Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal atau KDH bisa dibilang rumit di awal pengukuran tapi santai selama pengukuran. Dibilang rumit karena alat harus diletakkan TEPAT di atas patok yang telah dipasang sebelumnya. Dibilang santai karena alat KDH yang bernama ETS merupakan alat canggih sehingga pengguna tidak terlalu repot dalam membaca data pengukuran.


Pengukuran KDH

Karena hari itu jadwal piket Mad Geodet, Mad Geodet langsung pulang ke basecamp untuk piket. Piket yang dilakukan Mad Geodet lagi-lagi bersih bersih Gedung Pusat Informasi. Hal yang sama dilakukan Mad Geodet di hari pertama. Tapi karena, gedung itu baru dipakai menginap peserta untuk dua malam, kondisi tidak terlalu kotor memberi waktu luang yang banyak untuk Mad Geodet.

Perlu diketahui, hari piket adalah hari yang paling membosankan jika tidak punya kreativitas. Kawasan konservasi Gunung Masigit Kareumbi, lokasi Kareumbi Operation atau Kemah Kerja 2014 adalah wilayah yang tak satupun sinyal telepon seluler dapat masuk (kecuali XL di beberapa titik). Jadi wajar aja, Kareumbi Operation bisa dibilang bertujuan juga untuk menghilangkan ketergantungan terhadap HP dan Internet tentunya, karena di tempat itu juga gak ada internet.

Waktu luang yang biasa dipakai Mad Geodet ketika di Bandung adalah berinternet ria tidak bisa dilakukan selama Kareumbi Operation. Mengingat tujuan kedua Kareumbi Operation, Mad Geodet berencan membuat beberapa scene video selama waktu luang tersebut. Mencari kameramen, akhirnya Mad Geodet menemukan Ankalucio yang juga mendapatkan jadwal piket hari itu.

Sejumlah empat scene berhasil didapatkan bersama Ankalucio di daerah sekitar basecamp, salah satunya di depan Gedung Pusat Informasi. Selain itu, didapat beberapa gambar tempat inap Ankalucio yaitu tenda dan perairan lokasi pengambilan salah satu scene Mad Geodet.



Kegiatan Mad Geodet dan Ankalucio di hari piket

Day 4


Hari keempat, tanggal 22 Mei 2014, Kareumbi Operation beragendakan hal yang tidak jauh berbeda dari hari hari sebelumnya. Bedanya, beberapa kelompok sudah selesai mengukur KDH dan KDV pada hari sebelumnya. Kelompok yang sudah selesai boleh membantu kelompok yang belum selesai.

Kelompok tiga termasuk kelompok yang belum selesai. Namun, kelompok yang salah satu anggotanya Mad Geodet tersebut tidak terlalu membutuhkan kelompok yang lain karena diperkirakan pengukuran dapat selesai tengah hari.

Persiapan keberangkatan kelompok tiga pada hari keempat

Karena, sempat off-survey selama satu hari, Mad Geodet berhak tahu dimana saja lokasi patok yang digunakan untuk survey pada hari sebelumnya. Luar biasa. Berbeda dengan hari pertama survey atau hari kedua Kareumbi Operation, pengukuran yang dilakukan saat Mad Geodet piket menghasilkan data ukuran yang jumlahnya hampir dua kali lipat.

Salah satu patok yang digunakan kelompok tiga

Nah ini penjelasan lokasi survey kelompok tiga. Setiap kelompok yang berjumlah 11 dibagi lokasi surveynya masing-masing. Kelompok tiga mendapat jatah di jalan utama jalan berbatu. Karena medan survey dianggap tidak terlalu susah, panjang daerah survey merupakan salah satu yang terpanjang dibanding kelompok lain. Selain itu, jalan utama itu banyak tanjakan dan turunan sehingga bisa dibilang medan survey setiap kelompok hampir berimbang.

Nah, karena lokasi survey kelompoknya Mad Geodet adalah jalan utama, banyak orang lalu lalang di lokasi tersebut baik peserta Kemah Kerja yang lain maupun warga desa dengan kendaraannya. Hari keempat, kelompok tiga bergegas ke lokasi survey lebih cepat dibanding kelompok lain sehingga bisa dilihat kelompok lain yang melalui jalan utama.


Kelompok lain yang melalui jalan utama

Waktu survey selesai sesuai waktu yang diperkirakan. Hal gaib dirasakan pada survey hari keempat tersebut. Hal gaib tersebut langsung dirasakan Mad Geodet. Waterpass yang sejatinya tidak ada tutup lensa seperti ada bayangan hitam yang menghalangi lensa objektif saat Mad Geodet mencoba membidiknya. Bidikan kedua, bayangan hitam itu menghilang.

Sebelum beberes untuk kembali ke basecamp, Mad Geodet dan Teo dari kelompok tiga membuat dua scene untuk tujuan kedua Kareumbi Operation. Makan siang pada hari itu dilakukan di basecamp sambil melihat semua scene yang berhasil didapatkan selama empat hari.

Makan siang di basecamp
Malamnya sebelum briefing seperti biasa, Mad Geodet melakukan hal anti-mainstream seperti yang dilakukan selasa pagi.

 

Day 5

Hari yang cocok untuk bermalas-malasan. Jadwal kegiatan pada hari ke lima Kareumbi Operation adalah tes psikomotorik secara individu. Sarapan gratis yang biasa diikuti dengan penuh semangat dengan mengenakan pakaian surveyor pada hari sebelumnya, kali ini peserta termasuk Mad Geodet melaksanakan kegiatan sarapan gratis dengan pakaian tidur.
  Sarapan di hari kelima

FYI, kedua orang di foto di atas yang Mad Geodet pikir adalah penjaga Gedung Pusat Informasi. Ketika Mad Geodet hendak melakukan pengukuran, kedua orang tersebut masih berada di Gedung Pusat Informasi, tempat inap Mad Geodet. Saat Mad Geodet pulang survey kedua orang tersebut masih berada di gedung tersebut.

Ternyata tes dilakukan tetap dengan pakaian sureyor. Tes dibagi dua sesi, sesi KDV dan KDH. Jenis tes adalah pemasangan alat dan penggunaan alat secara sederhana. Tujuan tes ini tidak lain adalah untuk menguji keterampilan penggunaan alat-alat geodet. Tes dilakukan di lapangan yang cukup luas.

Kelompok tiga mendapat jatah tes KDV terlebih dahulu. Tidak ada masalah bagi Mad Geodet karena selama dua hari survey, Mad Geodet selalu melakukan survey KDV atau Kerangka Dasar Vertikal. Tes KDV berupa leveling waterpass atau alat KDV, yaitu secara sederhananya adalah membuat alat tersebut datar dengan membuat gelembung udara sebagai indikator di waterpass berada di tengah. Setelah itu, melakukan pembidikan dengan waterpass. Ada dua rambu ukur (semacam penggaris raksasa) telah dipasang oleh asisten Kemah Kerja. Tugasnya adalah membaca bacaan yang ada di rambu ukur.

Tes KDV Mad Geodet tidak sebatas kenangan. Bersama Teo, Mad Geodet merekam secara full ketika Mad Geodet melakukan tes begitu sebaliknya. Ketika Teo yang tes, Mad Geodet mencatat hasil bacaan Teo, begitu pula sebaliknya.



Tes KDV Mad Geodet dan Teo

Waktu yang diberikan untuk tes KDV tiap orang adalah lima menit. Sedangkan untuk tes KDH atau Kerangka Dasar Horizontal adalah sepuluh menit sehingga banyak waktu kosong kelompok tiga dalam menunggu tes KDH.

Lagi-lagi daripada membuang waktu, Mad Geodet dan Teo (lagi) menjalankan tujuan kedua Kareumbi Operation. Dengan disaksikan banyak peserta, beberapa asisten dan dosen, Mad Geodet bernyanyi untuk menujukkan keprofesionalnya. Total dua scene berhasil didapat dalam waktu luang ini.

Behind the Scene : Video Vivid

Waktu luang ini bukan tanpa insiden. Kursi kayu yang ada di dekat lapangan lokasi tes psikomotorik ini belah dua karena kelebihan beban. Menurut pengakuan salah satu korban, ada pelaku yang memaksa duduk walau sudah dilarang karena rawan belah. Bahkan salah satu korban terguling ke belakang dan hampir jatuh ke sungai (karena di belakang kursi kayu ini adalah sungai)


Insiden kayu belah dan pelakunya

Tes yang selanjutnya dilakukan Mad Geodet dan anggota kelompok tiga lainnya adalah tes KDH. Kali ini Mad Geodet cukup cemas. Hal ini disebabkan selama survey di Kareumbi ini Mad Geodet belum pernah bersentuhan dengan alat KDH yaitu ETS. Walaupun selama kuliah di Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung, Mad Geodet sudah pernah berkecimpung di dunia pengukuran denga ETS.

Tes KDH berupa leveling ETS yang caranya kurang lebih sama dengan leveling waterpass dan centering ETS dengan cara membuat ETS TEPAT berada di atas patok yang telah dipasang sebelumnya. Centering dan leveling ini saling berkaitan. Ketika ETS sudah level, ETS belum berada di atas patok atau center. Ketika ETS sudah center, ETS kembali ke keadaan belum level. Butuh trik untuk mengatasi hal yang menyebalkan itu.

Mad Geodet tes KDH

Tes KDH berlangsung dua kali lipat tes KDV karena kesulitannya dua kali lipat. Waktunya 10 menit. Mad Geodet berhasil selesai ketika baru 6 menit. Ketika tes KDV, Mad Geodet telah selesai selama 3 menit dari waktu 5 menit yang diberikan. Tes psikomotorik ini diawasi oleh asisten Kemah Kerja yang bertugas memberi tanda mulai dan mencatat waktu tes peserta.

Hari tes ini adalah hari Jumat. Mayoritas peserta telah medapat giliran tes sebelum Jumatan termasuk Mad Geodet. Setelah Jumatan, Mad Geodet berkegiatan menonton anime di laptop yang Mad Geodet bawa. Ya, pada hari itu akhirnya Mad Geodet menemukan cara untuk menghilangkan kebosanan selama Kareumbi Operation selain tujuan nomor dua.




Sabtu, 19 Juli 2014

Kareumbi Operation (part 1)

Pada tahun 2014 ini, operation yang dilakukan Mad Geodet adalah Kareumbi Operation. Bedanya dengan operation operation sebelumnya, operation kali ini lebih dilaksanakan karena Mad Geodet harus juga ke lapangan dalam rangka pemenuhan mata kuliah Kemah Kerja.

 Mad Geodet Akakamereon

Tujuan utama Kareumbi Operation ini dua setelah dua operation sebelumnya adalah memeberikan testimoni di tempat yang dikunjungi. Dua tujuan besar itu yaitu :
  1. Mendapatkan peta wilayah Kareumbi skala 1:2000 (ini tujuah Kemah Kerja 2014 yang Mad Geodet ikut serta dalam pengukurannya)
  2. Mendapatakan beberapa scene yang digunakan untuk pembuatan album video cover Mad Geodet

Kemah Kerja 2014 sendiri adalah mata kuliah 3 SKS yang diambil Mad Geodet pada semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang berisi pengukuran suatu wilayah secara berkelompok dengan menggunakan teori teori mata kuliah lainnya.

Langsung ke kronologi Kareumbi yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 19 Mei 2014 hingga 1 Juni 2014 di Gunung Masigit Kareumbi.

Day 1


Mad Geodet dan peserta Kemah Kerja 2014 lainya berkumpul di selasar labtek IX C, tempat Mad Geodet kuliah dari pagi sekitar pukul 7. Setelah briefing dan pengangkutan barang termasuk alat pengukuran, rombongan meninggalkan Bandung menuju lokasi Karaumbi Operation, Kawasan konservasi Gunung Masigit Kareumbi. 




 Persiapan keberangkatan

Kendaraan yang digunakan sebagai transportasi adalah truk polisi. Sebelum naik truk ini, udah ada aja ular di dekat truk. Padahal masih di kota, belum di hutan.

Ular kecil

Di truk ini, Mad Geodet duduk di box dengan posisi paling depan, tempat angin masuk. Setelah truk keluar dari jalan tol yang anginnya kencang, Mad Geodet keluar dari box dan membiarkan diri tertiup angin di jalan yang lebih kecil. Sebentar lagi, kendaraan ini akan tiba di Kareumbi. Dalam posisi ini, Mad Geodet melakukan perekaman pemandangan dengan kendaraan terus bergerak. Selain itu, Mad Geodet juga melakukan rekaman dan dihasilkan dua scene dari posisi ini.

Pemandangan

Setelah keluar dari truk, hal yang selanjutnya dilakukan Mad Geodet tentu keluarkan barang kemudian merekam aktivitas para peserta. Di mana sih Kareumbi itu? Kareumbi itu di perbatasan tiga kabupaten di Jawa Barat. Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang. Tempat truk berhenti masih masuk Kabupaten Bandung. Selanjutnya peserta berjalan ke basecamp yang sudah masuk di Kabupaten Garut.

Batas Kabupaten

Kemudian, di basecamp dilakukan briefing kegiatan hari itu dan makan siang yang WOW. FYI, selama di Kareumbi ini diberikan makan pagi, siang, malam, secara enak dan gratis. 




 Selamat datang di Kareumbi

Pihak penanggung jawab dari Kareumbi sendiri adalah Pak Irawan dari Wanadri. Beliau juga merupakan lulusan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.

Pak Irawan (kiri)

Setelah itu peserta dibagi tiga tempat penginapan. Wanita di rumah panggung. Sebagian pria di tenda. Sebagian pria lain termasuk Mad Geodet di Gedung Pusat Informasi di dekat truk tadi berhenti. Artinya, tempat Mad Geodet tidur ada di Kabupaten Bandung.

Selanjutnya, para peserta dibagi dua tim, tim untuk stakeout untuk orientasi medan, dan tim untuk bersih-bersih. Mad Geodet ikut tim bersih-bersih. Karena akan tinggal di Pusat Informasi selama satu minggu (setelah satu minggu tempat inap ditukar), Mad Geodet membersihkan Pusat Informasi.

Mad Geodet bersih bersih (tampak belakang)

Seharian, tanggal 19 Mei 2014, hal yang dilakukan Mad Geodet secara umum hanya menikmati angin di perjalanan dan bersih-bersih. Sorenya, banyak anak yang mengantri mandi. Tentu aja ngantri, kamar mandi dua untuk tiga puluh-an laki-laki. Tapi sore itu Mad Geodet tidak mandi dan sudah menyiapkan jadwal mandi yang anti-mainstream.

Day 2


Pagi jam 4, Mad Geodet segera melakukan kegiatan anti-mainstream yaitu MANDI. Tentu aja gak ngantri karena orang-orang masih tidur. Karena belum terbiasa dengan cara mandi dan air untuk mandi di alam ini, Mad Geodet membutuhkan waktu yang lama. Brrr... 

Pagi-pagi di pusat informasi

Setelah itu, Mad Geodet dan peserta lainnya sarapan gratis untuk pertama kalinya (karena hari sebelumnya tiba siang hari). Kegiatan yang dilakukan hari kedua ini ada tiga, pemasangan patok, pengukuran Kerangka Dasar Horizontal, dan pengukuran Kerangka Dasar Vertikal. Sebelumnya, dilakukan pembagian jumlah patok ke masing-masing kelompok sesuai orientasi medan yang dilakukan hari sebelumnya.

Pemisahan Patok

Penjelasan selanjutnya agak berbau teknik. Jadi patok tersebut dipasang untuk diketahui koordinatnya. Di Kareumbi ini udah ada patok/bench mark yang udah diketahui koordinatnya. Pengukuran kerangka yang dimaksud bertujuan mencari koordinat patok dengan mengukur sudut dan jarak (Horizontal) dan beda tinggi (Vertikal)

Mad Geodet ikut dalam tim Kerangka Dasar Vertikal atau KDV untuk mengukur beda tinggi antar patok. Kelihatannya sederhana, tapi kesalahan pengukuran harus sangat kecil. Sebelumnya setiap alat dilakukan kalibrasi untuk menghilangkan kesalahan akibat alat karena tidak ada alat yang sempurna bahkan alat baru sekalipun.

Kalibrasi Alat

Alat yang digunakan untuk pengukuran KDV bernama waterpass. Tim KDV bergerak setelah tim KDH (Kerangka Dasar Horizontal). Pada pengukuran KDV ini, waterpass diletakkan di antara dua patok yang telah dipasang, dan rambu ukur dipegang di atas patok. Sedangkan tim KDH meletakkan alat di atas patok. Hal ini menyebabkan munculnya trik yang menyebabkan kesalahan yang tidak diinginkan.

Seharian, Mad Geodet dan tim KDV mengukur beda tinggi antar patok. Total tujuh patok yang diukur atau data enam beda tinggi antar patok. Pada pengukuran beda tinggi juga ada namanya pengukuran pergi pulang. Simpelnya, antar beda tinggi diukur dua kali. Jadi ada 12 data beda tinggi.

Makan siang dilakukan di tengah hutan. Karena ini hari pertama pengukuran, keterampilan pengguna alat masih kurang sehingga hanya didapatkan tidak banyak data. Tetapi tim KDV selesai sebelum waktu yang diperkirakan yaitu pukul 15.30. Saat itu, tim KDV sudah tiba di basecamp. Idealnya semua tim tiba di basecamp pukul 16.30

Pengukuran KDV

Satu jam istirahat. Tapi satu jam gak disia-siakan Mad Geodet. Demi memenuhi tujuan kedua Kareumbi Operation, Mad Geodet mengambil tiga scene untuk keperluan video Mad Geodet. Tiga scene ini direkam oleh Teo, rekan setim KDV. Karena Mad Geodet dan Teo waktunya lagi kosong, jadi gak masalah.

Behind the Scene : Video Born to be

Malamnya, pukul 20.00, setelah makan malam gratis, dilakukan briefing oleh dosen Kemah Kerja selama dua jam. Briefing ini dilakukan secara rutin selama Kareumbi Operation ini.


Jumat, 18 Juli 2014

Album Mad Geodet pertama (Vivid) (Video)

Di sini akan dijelaskan keterangan keterangan yang menyangkut pembuatan video video dari album Mad Geodet yang pertama yaitu Vivid. Keterangan-keterangan tersebut mencakup lokasi dan waktu perekaman, perekam dan lain lain.

1. Abnormalize


Ini merupakan video terakhir yang dibuat oleh Mad Geodet dengan waktu yang terpisah dengan video video lainnya dalam waktu yang cukup lama. Video ini dibuat saat survey GPS pengukuran deformasi selat sunda di SMP Puloampel, Banten. Perekam scene utama video ini adalah rekan survey GPS di Banten yang dilakukan selama 30 jam non stop itu, ar-MAN dengan nama asli Armand Maulana Yusuf. Scene lainnya merupakan hasil selfie  Mad Geodet di rumah asal yaitu di Lampung.

Video ini terdiri dari empat scene dengan rincian sebagai berikut
  1. Scene pertama direkam di lorong SMP Puloampel. ar-MAN merekam Mad Geodet dari atas tangga. Scene direkam tanngal 19 Juni 2014 atau hari pertama survey GPS.
  2. Scene kedua direkam di depan tempat inap duo surveyor ini tepatnya di depan Mushola SMP Puloampel. Pada scene ini, bayangan Mad Geodet direkam. Scene direkam tanggal 20 Juni 2014 atau hari kedua survey GPS
  3. dan 4. merupakan scene selfie Mad Geodet yang dilakukan di rumah asal Mad Geodet pada tanggal 4 Juli 2014
Pada video ini, perekaman audio tidak dilakukan sehingga video ini hanya video lipsync. Abnormalize adalah OST pertama dari anime Psycho Pass, anime bergenre psycho. Abnormalize aslinya dinyanyikan oleh Ling Toshite Sigure. 

2. Fight Together


Ini merupakan satu dari enam video dalam album Vivid yang dibuat di Kareumbi saat Kemah Kerja. Perekam scene scene pada video ini beragam atau terdiri dari tiga orang.

Video ini terdiri dari 4 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama direkam oleh Ankalucio pada hari ketiga Kemah Kerja atau tepatnya tanggal 21 Mei 2014. Pada hari itu Mad Geodet dan Ankalucio sedang piket dan tidak sedang melakukan pengukuran. Selain scene dari video ini, banyak scene lain yang direkam Ankalucio pada hari piket tersebut. Scene ini diambil di depan Gedung Pusat Informasi tempat menginap Mad Geodet pada minggu pertama
  2. Scene kedua dilakukan pada tanggal 28 Mei 2014 setelah pengukuran detail situasi terakhir oleh Mad Geodet. Scene diambil saat perjalanan pulang oleh Aqsoo yang hanya merekam scene ini dari seluruh scene Mad Geodet. Scene ini diambil di dekat patok 8.20 yang digunakan untuk pengukuran dalam Kemah Kerja
  3. Scene ketiga direkam oleh Herjuno saat Mad Geodet sudah tidak ada yang dilakukan (nganggur). Begitu juga Yuno alias Herjuno. Scene diambil tanggal 30 Mei 2014 di jalan dekat dan menuju desa Cigumentong.
  4. Scene keempat direkam pada hari sebelum hari terakhir yaitu tanggal 31 Mei 2014 di dekat jembaatan kayu menuju Rumah Pohon. Scene ini diambil pada pagi hari setelah sarapan oleh Ankalucio juga.
Audio direkam di kosan Mad Geodet pada tanggal 16 Mei 2014. Fight Together adalah OST keempatbelas dari anime One Piece. Fight Together aslinya dinyanyikan oleh Namie Amuro.

3. Goya no Machiawase



Ini merupakan satu dari enam video dalam album Vivid ini yang pengambilannya dilakukan di Kareumbi. 

Video ini terdiri dari 4 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama ini merupakan scene paling pertama dari semua scene yang diambil dalam Kareumbi Operation atau Kemah Kerja 2014. Scene ini diambil sebelum sampai di Kareumbi tepatnya ketika di perjalanan. Scene ini diambil oleh d'AMRI sponsor Daendels Operation Mad Geodet pada tanggal 19 Mei 2014.
  2. Scene kedua diambil tanggal 21 Mei 2014 ketika hari piket. Scene ini diambil oleh Ankalucio.
  3. Scene ketiga ini diambil di tempat angker pada tanggal 25 Mei 2014. Sehari sebelumnya di tempat ini terdapat penampakan bayangan hitam. Scene ini diambil oleh Jodit atau Jojon Adit, surveyor yang ikut serta dalam video Vivid.
  4. Scene ini diambil Herjuno atau Yuno pada tanggal 30 Mei 2014 di bawah rumah panggung/basecamp. Ketika Mad Geodet sdan Yuno lagi tidak ada kerjaan sehingga dibuatlah scene ini.
Audio direkam di kosan Mad Geodet pada tanggal 17 Mei 2014. Goya no Machiawase adalah OST dari anime Noragami yang aslinya dinyanyikan oleh Hello Sleepwalkers.

4. Jiyuu no Tsubasa



Ini merupakan video dengan durasi terpanjang dalam album Vivid ini. Ini merupakan satu dari enam video yang perekamannya dilakukan di Kareumbi.

Video ini terdiri dari 4 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama pada video ini dibuat sesaat setelah scene pertama dari video Goya no Machiawase. Perekamnya pun sama, yaitu d'AMRI di perjalanan menuju Kareumbi tanggal 19 Mei 2014.
  2. Scene kedua diambil oleh Herjuno atau Yuno pada tanggal 30 Mei 2014. Scene diambil di rumah pohon. Perlu diketahui pada tanggal tersebut tepatnya setelah Jumatan terdapat banyak scene yang diambil oleh Yuno. Saat itu, Mad Geodet membawa perlengkapan seperti celana panjang dan pendek, kupluk, dan kacamata hitam.
  3. Scene ketiga juga diambil oleh Herjuno pada hari yang sama tanggal 30 Mei 2014. Scene ini merupakan scene terakhir yang diambil pada hari itu. Scene di atas batu di perjalanan menuju Cigumentong ini menuai cerita. Scene ini diambil sesaat setelah hujan. Ceritanya ketika akan diambil scene ini, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Mad Geodet dan Yuno yang akan pulang ke basecamp dari Cigumentong berteduh di pinggir tebing. Karena hujan bercampur angin kencang, tempat berteduh ini gak bisa diandalkan.
  4. Scene keempat diambil oleh d'AMRI pada tanggal 31 Mei 2014. Scene diambil dekat pengambilan scene ketiga yaitu jalan dari Cigumentong di dekat jembatan. Pada scene ini, 'rencananya' dibuat seakan-akan Mad Geodet dipukul oleh tangan raksasa yang tentu saja tangan itu keliatan besar karena lebih dekat dengan kamera. Pemilik tangan misterius itu adalah Kevin Sibarani.
Audio direkam di lantai 3 labtek IXC pada tanggal 17 Mei 2014. Jiyuu no Tsubasa sendiri adalah OST kedua dari anime Shingeki no Kyojin yang aslinya dinyanyikan oleh Linked Horizon.

5. KINGS



Ini merupakan satu dari enam video dari album Vivid yang dibuat di Kareumbi. Ini juga mengandung scene yang diambil terakhir kali selama di Kareumbi.

Video ini terdiri dari 4 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama diambil oleh Herjuno atau Yuno pada tanggal 30 Mei 2014. Tempat pengambilannya yaitu di dekat rumah pohon yang merupakan tempat makan ketika pra-Kemah Kerja
  2. Scene kedua diambil oleh Ankalucio pada pagi hari tanggal 31 Mei 2014. Scene ini diambil di jembatan kayu menuju rumah pohon.
  3. Scene ketiga diambil oleh Tougoss Samosir pada tanggal 31 Mei 2014 sepulang dari desa Cigumentong. Tempat pengambilannya yaitu di kebon kobis milik warga Cigumentong. 
  4. Scene keempat ini adalah scene terakhir yang diambil selama di Kareumbi. Pada scene ini, Mad Geodet tidak banyak bergerak (karena sandal putus). Scene ini diambil oleh Ankalucio pada tanggal 31 Mei 2014.
Audio direkam di kosan Mad Geodet pada tanggal 16 Mei 2014. KINGS merupakan OST dari anime K yang dibawakan oleh Angela.

6. No Pain No Game

 

Ini meupakan video yang pertama kali dibuat dalam album Vivid ini. Tempat pengambilannya yaitu di lantai 2 labtek IXC.

Video ini terdiri dari 5 scene yang diambil secara berurutan dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama diambil oleh MG Taufik di depan ruangan 3104 labtek IXC setelah UAS Penginderaan Jauh tanggal 8 Mei 2014. Pada scene ini, Mad Geodet mengenakan hood dan jaket.
  2. Scene kedua diambil oleh perekam yang sama di tempat dan waktu yang sama dengan scene pertama. Perbedaanya yaitu pada scene ini Mad Geodet menutupi muka dengan rambut.
  3. Scene ketiga diambil oleh MG Taufik pada 8 Mei 2014. Pada scene ini MG terlihat berjalan pada lorong menuju lokasi scene pertama dan kedua.
  4. Scene keempat direkam oleh perekam yang sama dengan waktu dan tempat yang sama dengan scene tiga. Hanya saja, kali ini Mad Geodet bergerak ke arah yang berlawanan.
  5. Scene kelima diambil di depan kelas 3101 oleh MG Taufik. Mad Geodet bernyanyi di depan 3101 tetapi MG Taufik merekam di depan 3104. Pada video ini, Mad Geodet mengikat rambutnya seperti biasa.
Audio direkam di kosan Mad Geodet pada tanggal 10 Mei 2014. No Pain No Game adalah lagu yang dibawakan Nano sebagai OST dari anime BTOOOM.

7. One Reason



Ini merupakan video yang menunjukkan keputusasaan dari seorang tawanan. Di sini Mad Geodet berperan berniat membalas seseorang dengan membawa golok yang dipinjam dari seseorang di kelompok tiga dalam Kemah Kerja. Ini merupakan satu dari enam video dalam album Vivid ini yang diambil di Kareumbi selama Kemah Kerja.

Video ini terdiri dari 4 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama diambil tanggal 23 Mei 2014 di sela-sela ujian psikomotorik dalam Kemah Kerja 2014. Perekam scene ini adalah Teo. Scene ini diambil di pinggir lapangan lokasi ujian psikomotorik dilakukan.
  2. Scene kedua diambil tanggal 25 Mei 2014 seusai pengukuran detail situasi pada hari itu. Di scene ini, Mad Geodet dan perekam scene, Jodit terlihat belum terbiasa dengan Mad Geodet yang membawa golok sehingga diambillah scene ketiga.
  3. Scene ketiga diambil oleh Jodit tanggal 25 Mei 2014. Lokai perekamanan sama dengan scene kedua tetapi berbeda sudut pandang yaitu di Camping Ground C, lokasi angker yang juga dilakukan perekaman video Goya no Machiawase.
  4. Pada scene keempat ini, Mad Geodet terlihat tenang dengan duduk di batang kayu di pinggir sungai. Lokasi ini bersebalahan dengan lokasi angker, Camping Ground C. Perekam scene ini juga Jodit pada tanggal 26 Mei 2014.
Audio direkam di lantai 3 labtek IXC pada tanggal 17 Mei 2014. One Reason adalah lagu yang dibawakan DWB feat. Fade yang digunakan sebagai OST anime tahun 2011, Deadman Wonderland.

8. Vivid



Ini meupakan satu dari enam video yang direkam di Kareumbi. Video ini merupakan satu-satunya video dengan Mad Geodet terus memakai seragam surveyor di setiap scenenya. Ini juga satu-satunya video yang mengalami pengolahan video di Kareumbi. Video ini juga video terakhir (setelah Savior of Song, No Pain No Game, One Day) yang melakukan program pengolahan data Windows Movie Maker yang selanjutnya menggunakan Arcsoft Show Biz.

Video ini terdiri dari 3 scene dengan rincian sebagai berikut :
  1. Scene pertama diambil tanggal 22 Mei 2014 seusai pengukuran Kerangka Dasar Vertikal. Pada scene ini, Mad Geodet terlihat memakai salah satu alat surveyor yaitu waterpass. Scene ini direkam oleh Teo.
  2. Scene kedua direkam sesaat setelah scene pertama oleh Teo. Lokasi perekaman sama dengan scene pertama yaitu di pertigaan jalan menuju desa Cigumentong. Pada scene ini, Jodit (perekam di scene lainnya) memakai waterpass, sedangkan Mad Geodet memegan rambu ukur.
  3. Scene ketiga direkam tanggal 23 Mei 2014 oleh Teo juga. Scene ini diambil di sela-sela ujian psikomotorik di lapangan. Pada scene ini, terlihat orang lalu lalang di belakang Mad Geodet disengaja dan tidak disengaja.
Audio direkam di lantai 3 labtek IXC pada tanggal 17 Mei 2014. Vivid adalah OST dari anime Blood Lad yang aslinya dibawakan oleh May'n.

Demikian, penjelasan dari kedelapan lagu yang ada pada Vivid ini. Berikut adalah kru album Vivid ini.

 Kru Vivid (dari kiri ke kanan : Ankalucio, Teo, Yuno)

Untuk download album Vivid Mad Geodet dapat dengan membuka link ini